Dengan Teknik Ini Ponsel Bekas Bisa Hancur Sendiri !

Sampah menjadi masalah utama dewasa ini terutama di kota besar dimana sirkulasinya bisa jadi terjadi ketimpangan bahkan menjadi gunungan sampah karena jarak TPA diluar kota, bahkan sampah ini merupakan penyebab utama terjadinya banjir, sampah yang tidak bisa hancur seperti kaleng, botol plastik, mainan, alat elektronik dan puluhan jenis sampah yang susah hancur kian hari kian bertambah, manusia menghasilkan jutaan ton limbah setiap harinya. Dan bagaimanakah usaha kita untuk bisa mencegah agar bumi kita tidak tercemari sampah?
Adalah peneliti dari Technical University Munich (TUM) yang mana mereka telah berhasil mengembangkan bahan yang disebut Supramolekul yang bisa hancur pada waktu yang telah ditentukan, dan kabar baiknya material ini bisa diaplikasikan atau diterapkan dalam berbagai jenis barang.
Cara penanganan sampah saat ini adalah dengan daur ulang namun kelemahannya adalah butuh biaya banyak dan mahal, barang buatan manusia memang didesain  kuat dan tidak mudah hancur, alias kualitasnya bagus namun justru sebaliknya dia juga susah hancur secara alami karena sangat stabil secara kimia, seperti yang dijelaskan oleh Job Boekhoven, profesor kimia Supramolekuler di TUM. Kemudian diapun menjelaskan bahwa alam tidak menghasilkan tempat pembuangan sampah, namun sel-sel biologis terus-menerus menyatu dan membentuk molekul baru dari yang terdaur ulang. Beberapa molekul ini berkumpul ke dalam struktur yang lebih besar, yang disebut kelompok supramolekul yang membentuk komponen struktural sel. kumpulan molekul dinamis inilah yang mengilhami para ahli itu untuk kembangkan bahan yang memusnahkan dirinya sendiri saat tidak lagi dibutuhkan. ”
Bahan baru yang dikembangkan oleh Boekhoven dengan tim dari berbagai disiplin ilmu seperti ahli kimia, fisikawan, dan insinyur di TU Munich ini didasarkan pada pemodelan alami yaitu blok molekuler pada awalnya bebas bergerak, namun jika energi ditambahkan dalam bentuk molekul berenergi tinggi supramolekuler akan terbentuk, dan ketika energi itu habis
dia akan hancur secara otomatis, dan umur hidup material tadi akan ditentukan oleh besaran energi yang ditambahkan. Di laboratorium, bahan-bahan tersebut dapat diatur secara otomatis terdegradasi setelah beberapa menit hingga beberapa jam. Selain itu dengan mengikuti sebuah siklus, bahan yang terdegradasi tadi dapat digunakan kembali dengan hanya menambahkan batch molekul energi tinggi lainnya.
Apakah mungkin manusia bisa membuat alat, mesin atau ponsel dengan teknik supramolekuler tadi yang bisa hilang dengan sendirinya jika sudah tidak dibutuhkan? “Bukan hal yang mustahil” kata Boekhoven, “tapi kita masih harus melalui jalan yang panjang. Saat ini kita sedang mengerjakan dasar-dasarnya.”
Penelitian ini didanai oleh German Research Foundation (DFG) melalui Program Pascasarjana ATUMS (Alberta / TUM International Graduate School for Fungsional Hybrid Materials), Collaborative Research Center SFB 863 (ahli dalam sistim Biomolecular) dan kelompok dari Nanosystems Initiative Munich (NIM), serta Institut TUM untuk studi lanjutan yang didanai oleh German Excellence Initiative dan program dari EU Union Seventh Framework .
Artinya ini adalah proyek serius dan dampaknya bagi alam sangat luar biasa, bisa mengatasi masalah sampah dan kelestarian lingkungan hidup.

Sumber: https://www.tum.de/en/about-tum/news/press-releases/detail/article/34080/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s