Waspada, Game Ini Bisa Membahayakan Otak !

Menurut sebuah studi baru-baru ini, bermain game action yang berlebihan dapat menyebabkan hippocampus (bagian dari otak besar yang terletak di lobus temporal) kita mengalami atrofi (mengecilnya ukuran sel).
Info yang kini beredar adalah bahwa permainan seperti action game meningkatkan keterampilan motorik, serta meningkatkan kemampuan orang untuk membuat keputusan yang tepat dengan lebih cepat dan juga meningkatkan kemampuan otak untuk belajar. Namun sebelum kita percaya dengan dampak dari game itu mungkin sebaiknya kita membaca hasil penelitian dari salah satu universitas di Montreal yang mengklaim bahwa terkadang, “permainan bisa lebih berbahaya daripada manfaat tadi.”, bagaimana itu bisa terjadi ?
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Montreal ini adalah dengan menggunakan sekelompok subjek tes yang terdiri dari 51 pria dan 46 wanita. Pertama mereka dites dengan permainan “Maze Game” untuk menemukan jalan mereka, dengan menganalisis bagaimana mereka melakukannya, para ilmuwan menemukan bahwa mereka terbagi dalam dua kelompok, pertama adalah kelompok spasial, yang menavigasi permainan maze itu dengan menggunakan bantuan latar belakang untuk mengarahkan diri mereka sendiri, dan kelompok kedua adalah kelompok “respon” yang melakukan game itu dengan cara menghafal serangkaian belokan ke kiri dan kanan, dan dari semua subyek tadi sekitar 85 persen adalah kelompok respon.
Selanjutnya semua peserta bermain game action seperti Call of Duty, Killzone dan Borderlands 2 selama 90 jam, dan juga bermain permainan 3D yang kurang intens seperti seri Super Mario dengan waktu yang sama yaitu 90 jam . Lalu setelah setelah bermain game action otak mereka dipindai. Para peneliti fokus pada dua area pertama pada area Hippocampus, yang membantu orang untuk orientasi diri mereka sendiri, dan kedua adalah bagian otak Caudate Nucleus, yang membantu membentuk kebiasaan kita. Secara ilmu umumnya, ketika kita menggunakan salah satu dari area tersebut( Hippocampus dan Caudate Nucleus), maka semakin sedikit kita menggunakan area yang lain.

Dan hasilnya untuk kelompok subyek “respon”, semua stimulasi pada Caudate Nucleus tersebut benar-benar menyebabkan Hippocampus mulai menderita atrofi/ mengecil dengan tanda kehilangan materi abu-abu. Dan jika kondisi Hippocampus menjadi kian mengecil, maka kondisi seperti depresi, skizofrenia, penyakit PTSD dan Alzheimer kemungkinan terjadi sangat besar. Dengan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang menderita kondisi seperti itu tidak disarankan untuk mengikuti permainan video game. Dan sebaliknya, memainkan permainan seperti Super Mario menyebabkan peningkatan materi abu-abu Hippocampal, baik dalam semua kelompok orang yang diuji (subyek respon maupun subyek spasial).
Apakah efek game action tadi tidak ada cara mengatasinya berikut saran dari peneliti tadi, “Karena strategi spasial terbukti terkait dengan peningkatan materi abu-abu hippocampal selama pemutaran video game, disarankan bagi gamer yang cenderung seperti kelompok respon tadi didorong untuk menggunakan strategi spasial untuk melawan efek negatif pada sistem hippocampal,” saran studi tersebut.
Startegi Spasial adalah kemampuan untuk membentuk suatu gambaran tentang tata ruang di dalam pikiran.

Referensi: Universitas Montreal, nouvelles.umontreal.ca(07/08/17)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s