Dengan Temuan Ini Jarak Jakarta-Surabaya Ditempuh 20 Menit Saja !

Pesawat Komersial bisa terbang dengan kecepatan 6.125 km/jam ? Teknologi terus berkembang dengan pesatnya, seperti penemuan teknologi tinggi yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Inggris dan China ini, mereka telah mengembangkan bahan keramik baru dimana kedepan memungkinkan orang bisa melakukan perjalanan udara hipersonik. Lapisan karbida keramik ini mampu menahan suhu sangat tinggi pada saat terbang di atas lima kali kecepatan suara tanpa degradasi atau penuruan yang dialami oleh bahan serupa.
“Pesawat udara hipersonik masa depan menawarkan potensi lompatan langkah dalam kecepatan transit. Pesawat hipersonik bisa terbang dari London ke New York hanya dalam waktu dua jam ( saat ini pesawat komersial butuh waktu 6 jam 45 menit) dan akan merevolusi perjalanan komersial dan komuter.” ungkap Profesor Philip Withers.
Dengan asumsi perjalanan dan kondisi yang sama maka jarak Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu dibulatkan sekitar 20 menit dari yang biasanya 1 jam.
Gagasan tentang penerbangan hipersonik sudah lama ada, namun membangun pesawat terbang atau rudal yang bisa mencapai kecepatan di atas Mach 5 ( 6.125 km/jam) yang bisa tempuh dari New York ke London dalam dua jam, memerlukan bahan yang masih dalam tahap percobaan itu karena kondisi dengan kecepatan seperti itu menghasilkan suhu setinggi 3.000º C .
Menurut penelitian tersebut jika bahan ini tidak meleleh atau melengkungkan di ujung sayap, ujung hidung, bilah turbin dan atau komponen lainnya, pastinya akan menyebabkannya terdegradasi dalam waktu singkat karena oksidasi dan ablasi. Hal ini menyebabkan lapisan permukaan logam menguap atau sebagian mengelupas, membuat mereka lebih lemah dan lebih rentan terhadap gesekan dan tekanan.
Tim dari Universitas Manchester dan Universitas Central South di China sedang mengerjakan penelitian jenis baru dari keramik suhu ultra tinggi (Ultra-High Temperature Ceramics/UHTC) yang tahan terhadap oksidasi dan ablasi, memberinya ketahanan dan umur yang lebih lama. Kuncinya adalah lapisan karbida baru yang menurut para ilmuwan 12 kali lebih baik daripada UHTC saat ini, seperti zirkonium karbida (ZrC)
Keramik baru ini dibuat oleh Powder Metallurgy Institute di Universitas Central South, dan dievaluasi di Manchester. Keramik ini diproduksi dengan menggunakan Reactive Melt Infiltration (RMI), yang melibatkan penetrasi elemen termasuk zirkonium, boron, dan titanium ke dalam matriks yang terbuat dari gabungan berbagai jenis karbon. Biasanya, suhu tinggi pada keramik menggerakkan elemen pelindung dan membiarkan sisa keramik rentan terhadap degradasi, namun RMI membuat keramik lebih keras dan sangat tahan terhadap degradasi permukaan pada suhu hipersonik.
“Kandidat UHTC saat ini untuk penggunaan di lingkungan yang ekstrim masih terbatas dan perlu untuk mengeksplorasi potensi keramik fase tunggal baru dalam hal pengurangan penguapan dan ketahanan oksidasi yang lebih baik, selain itu, telah ditunjukkan bahwa mengenalkan keramik semacam itu ke dalam komposit matriks karbon yang diperkuat serat karbon bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan ketahanan terhadap sengatan termal.” kata Profesor Ping Xiao, Profesor Ilmu Material di Manchester.

Sumber: University of Manchester / manchester.ac.uk (06/07/17)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s